Imam Syafii
Imam syafii menurut pendapat yang shoheh lahir di Gaza (Palestina) tahun 150 H/767 M. Beliau adalah seorang mufti besar Ahlusunnah waljamaah dan juga pendiri madzhab syafii. Imam Syafii terlahir dari nasab yang mulia, karena nasabnya bertemu dengan Rosululloh SAW baik dari pihak ibu maupun dari pihak ayahnya. nasab dari ayahnya bertemu dengan Abdul Manaf (kakek ketiga Rasulullah SAW) sedangkan nasab ibunya bertemu dengan Sayyidina Ali Ra, yang merupakan keponakan sekaligus menantu Rosululloh SAW. Namanya adalah Abu Abdulloh Muhammad bin Idris dan dipanggil Syafii. Tercatat dalam sejarah Imam Syafii mencari ilmu ke 4 negeri islam yaitu makkah,madinah, yaman, dan Irak. Saat berusia 7 tahun dalam riwayat lain 9 tahun, beliau berhasil menghafal seluruh ayat Al Quran dengan lancar bahkan beliau sempat 16 kali khatam Al Quran dalam perjalanannya dari Mekkah menuju Madinah. Pada usia 10 tahun Imam Syafi'i sudah hafal kitab Al-Muwatta’ karya Imam Malik.yang berisikan 1.720 hadis dalam waktu 9 malam. Pada usia 13 tahun bacaan Al-Qur’an Imam Syafi'i yang sangat merdu mampu membuat pendengarnya menangis tersedu-sedu. Pada usia 15 tahun beliau diijinkan oelh gurunya untuk memberi fatwa di Masjidil Haram. Imam Syafii tercatat pernah belajar diirak mempelajari mazhab imam abu hanifah suatu mazhab fiqih yang berbeda dengan imam maliki yang ia pelajari saat berada dimadinah dan imam syafii berhasil menguasainya. Dengan demikian imam syafii telah menguasai ilmunya mazhab imam maliki dan mazhab imam hanafi, kehausaan imam syafii terhadap ilmu membuatnya menjadi semakin dikenal masyarakat karena kecerdasaannya. Berhasil menyerap ilmu yang luar biasa luas dari berbagai sumber imam syafii semakin bersinar, fatwa-fatwanya didengar dan banyak diikuti masyarakat, dan beliau mulai menghasilkan banyak karya, karya-karyanya menjadikan panduan utama masalah fiqih bagi para ulama. Karena ilmu, ijtihad, fatwa dan karya imam syafii itulah muncul berikutnya yang dikenal mazhab imam syafii. Tercatat didalam sejarah mazhab imam Syafii banyak diikuti oleh para ulama ahli hadis seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Nasa’I, Imam Baihaqi, Imam Turmudzi, Imam Ibnu Majah, Imam Tabari, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Abu Daud, Imam Nawawi, Imam as-Suyuti, Imam Ibnu Katsir, Imam adz-Dzahabi dll. Imam Syafii wafat pada tahun 204 H Karena Sakit pada usia yang ke 54 tahun.
RAHIMAHULLAH TAA’LA IMAM SYAFII…
AAMIIN….